Selamat Datang di Blog Dharma Wanita Persatuan KBRI Abuja

Informasi Nigeria

I.     SEKILAS NIGERIA


 

 

 

 

 

 

 

A.      INFORMASI UMUM


Nama resmi negara              : Republik Federal Nigeria (Federal Republic of Nigeria), terdiri dari 36 negara bagian dan 1Federal Capital Teritory (FCT)

Ibukota negara                       : Abuja (dipindahkan dari Lagos pada 12 Desember 1991)

Hari Kemerdekaan                : 1 Oktober 1960, lepas dari koloni Inggris

Presiden                                    : Godluck Ebele Jonathan, dilantik pada tanggal 6 Mei 2010 melanjutkan tugas presiden sebelumnya Umaru Yar’adua yang meninggal. Pemilu pemilihan presiden selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan April 2011.

Lagu Kebangsaan                   : Arise O Compatriotis

Bendera Negara                     : Hijau-Putih-Hijau, dalam garis vertikal

Bahasa Nasional                     : Bahasa Inggris

Luas Wilayah                            : 923.768 km2

Letak & Kondisi Geografis  : 4˚ LS, 14˚ LU dan antara 3˚ - 15˚ BT. Di bagian utara sebagian adalah gurun pasir, dibagian tengah adalah padang rumput dengan gunung-gunung batu sedangkan dibagian selatan umumnya rawa-rawa.

Perbedaan Waktu                 : Jakarta GMT+7, Abuja GMT+1 (perbedaan 6 jam)
                                                       GMT-Greenwich Mean Time

Perbatasan Negara               : Rep. Niger (Utara), Rep Kamerun dan Rep Chad (Timur), Rep. Benin (Barat) dan Teluk Guinea/Samudra Atlantik (Selatan)

Iklim                                            : Tropis (musim hujan dan musim kemarau). Pada musim kemarau antara bulan Nopember – Maret terjadi musim angin dan debu halus (harmattan) yang berasal dari Gurun Sahara. Suhu udara malam dan siang hari di musim hujan di Abuja antara 22˚C-30˚C sedangkan di musim kemarau berkisar antara 15˚C-40˚C dengan kelembaban yang rendah (kering).

Bandara & Pelabuhan          : Bandara Internasional Mohammed Murtala, Lagos (LOS), Bandara Internasional Nnamdi Azikiwe, Abuja (ABV),
 Pelabuhan Laut Apapa Lagos, Pelabuhan Laut Port Harcourt

B.        KONDISI EKONOMI SOSIAL BUDAYA

1.           Gambaran umum


Populasi penduduk         : ± 145 juta (laporan WHO tahun 2008), dengan pertumbuhan penduduk 2.1% per tahun (Laporan PBB). Merupakan negara yang paling banyak penduduknya di Afrika dan berada di urutan ke-8 didunia.

Gross Domestic Product               : US$341.1 billion (perkiraan tahun 2009) atau berada di urutan 33 dunia. Penghasilan utama antara lain adalah dari produksi minyak sebesar 2.2juta bbl/hari (penghasil minyak terbesar di Afrika dan nomor 15 di dunia). Perkiraan GDP perkapita adalah US$2.300.

Rata-rata Nilai tukar Dollar           : Naira Nigeria 150 (NGN)/1US$ (2009-2010), N118 (2008), N130 (2007). Penukaran uang dapat dilakukan di bank pemerintah/swasta ataupun perusahaan penukaran uang (money changer) yang banyak ditemukan diberbagai tempat. Mata uang Naira terdiri dari pecahan logam N5 dan N10 (jarang ditemukan), kertas N5, N10, N20, N50, N100, N200, N500 dan N1.000.

Tingkat kemiskinan         : 70% berada dibawah garis kemiskinan.

Agama                                  : Muslim 50%, Kristen 40%, Animisme 10%

2.          Sosial Budaya


Nigeria terdiri dari kurang lebih 250 etnis dengan penyebutan secara umum adalah etnis wilayah utara dengan komposisi Hausa/Fulani sebesar 29% serta Kanuri 4%, etnis wilayah selatan/barat didominasi Yoruba sebesar 21%, wilayah timur didominasi Igbo 18%, Ijaw 10%, Ibibio 3.5% dan Tiv 2.5%. Selain bahasa Inggris yang dipergunakan sebagai bahasa nasional, bahasa dari masing-masing etnis diatas juga mereka gunakan juga untuk berkomuniasi sehari-hari.

Budaya di Nigeria sangat dipengaruhi oleh etnik yang dominan yaitu etnik Hausa/Fulani, Yoruba dan Igbo. Di utara yang hampir semuanya beragama Islam, hampir semua kegiatan budaya berhubungan dengan agama dan kepercayaan mereka, seperti halnya Durbar Festival. Karena kondisi geografisnya yang setengah gurun dan hampir kering sepanjang tahun, masyarakat daerah ini berpakaian longgar dan didominasi warna putih yang disebut Babanriga. Pakaian tradisional lainnya yang ada didaerah selatan/barat atau timur terlihat lebih bervariasi dan berwarna-warni baik corak maupun topi atau hiasan kepala dengan bahan kain disebut Ankara, Jacguard, adire maupun berbagai jenis border.

Acara karnaval yang menarik pariwisata adalah Calabar Carnival dan Abuja Carnival. Calabar Carnival yang mulai diselenggarakan sejak tahun 2004 di Calabar, Negara Bagian Cross River dianggap sebagai karnaval jalanan terbesar di Afrika, biasanya diadakan dari tanggal 1-31 Desember. Abuja Carnival yang diadakan tiap bulan November merupakan salah satu program federal yang dimulai tahun 2005 dan juga mulai menarik minat pengunjung.

Secara umum perangai masyarakat Nigeria adalah relatif agresif, senang berbicara dan sebagian kurang tata karma. Hal ini tercermin misalnya mereka kurang menghargai budaya mengantri, berkendara tidak menaati aturan dan membahayakan pengendara lain.

C.        PENDIDIKAN


Sistem pendidikan Nigeria yang diterapkan pemerintah secara berurut adalah Pendidikan Dasar (Primary Education) selama 6 tahun, 6 tahun di Pendidikan Menengah (Junior Secondary School & Senior Secondary School) dan memasuki 4 tahun Akademi/Politeknik maupun Universitas.

Menurut penelitian Unesco tahun 2004 di Nigeria, biaya rata-rata untuk sekolah dasar pemerintah adalah sekitar N30.000 (US$200)/tahun, pendidikan menengah kurang lebih N50.000 (US$350) untuk Junior Secondary School dan kurang lebih N80.000 (US$550)/tahun. Untuk setingkat Politeknik/Akademi berkisar N80.000 (US$550) sedangkan universitas berkisar antara N130.000 (US$900-untuk universitas pemerintah) sampai dengan N350.000 (US$2.000- untuk universitas swasta)/tahun. Lembaga internasional yang membantu sector pendidikan di Nigeria antara lain adalah World Bank, Unesco, Unicef, USAID/DFID, ADB, Pemerintah Jepang dan JICA.

Untuk Universitas yang menonjol antara lain adalah University of Ibadan (universitas tertua di Nigeria), University of Ilorin dan Obafemi Owolowo University.

D.        KONDISI KEAMANAN


Nigeria masih memiliki potensi ketidakstabilan dalam bidang keamanan, terutama dengan adanya isu Niger Delta (yang dimotori MEND-Movement for the Emancipation of Niger Delta) dan juga berbagai masalah yang dipicu kepentingan politik serta etnik. Kejadian penculikan-penculikan warga Negara asing maupun warga Nigeria masih sering terjadi. Kejadian lain yang paling sering terjadi yaitu pemotongan dan pembakaran jalur pipa minyak (daerah Niger Delta) dan perampokan bersenjata (arm robbery).

Pada bulan Juli 2009 terjadi kerusuhan dari kelompok aliran Boko Haram di negara bagian Bauchi, yang diberitakan menewaskan ratusan orang. Peristiwa yang terbaru adalah terjadinya ledakan bom di pusat kegiatan HUT Nigeria yang menewaskan 12 orang dan melukai puluhan orang pada tanggal 1 Oktober 2010 atau tepat pada hari kemerdekaan Nigeria ke-50. Peristiwa lainnya adalah penculikan beberapa orang asing termasuk 2 orang Indonesia yang bekerja di perusahaan minyak di Port Harcourt pada bulan November 2010. Peristiwa terakhir adalah penculikan 1 WNI di Kano State pada bulan November 2011.

Sudah menjadi standar bahwa bila melakukan perjalanan keluar kota harus ditemani oleh polisi dan melakukan konvoi, selalu menghindari daerah konflik/rawan dan selalu waspada (terutama saat pemilu atau menjelang Natal dan Tahun Baru) dimanapun juga berada.

E.         KONDISI KESEHATAN


Berdasarkan laporan WHO, di Nigeria masih ditemukan kasus-kasus penyakit antara lain Meningitis, Yellow Fever, Malaria, diare, typhoid dan juga Avian Flu (H5N1). Seperti dilaporkan oleh WHO, setiap tahun terjadi kasus Malaria (yang disebabkan Plasmodium Falciparum) sebanyak 2-3 juta orang atau ¼ dari seluruh kasus di Afrika. Nigeria juga menduduki rangking ke-2 dari jumlah penderita HIV/AIDS diseluruh dunia, yaitu sekitar 2.6 juta penderita (Laporan WHO). Yang terbaru adalah terjadi wabah Kolera yang terjadi di Afrika Barat dan Tengah termasuk Nigeria dengan kasus hampir mencapai 30 ribu orang pada tahun 2010.

F.         MASYARAKAT INDONESIA DI NIGERIA


Masyarakat Indonesia yang berada di Negara-negara wilayah Akreditasi KBRI Abuja secara keseluruhan kurang lebih berjumlah 400 orang. Hampir 70% dari mereka tinggal di Nigeria dan sisanya tersebar di Negara-negara akreditasi lainnya. Masyarakat Indonesia sebagian besar adalah tenaga ahli terdidik yang bekerja di perusahaan antara lain Indomie Noodles, Nutri-C, Kalbe Farma, Wings, serta perusahaan lain seperti perusahaan pertambangan minyak, konstruksi, pilot, teknisi penerbangan dan manajemen rumah sakit.

Sejak tanggal 15 Maret 2008 telah dibentuk ICON yang merupakan kependekan dari Indonesian Community of Nigeria yang beranggotakan lebih dari 200 orang. Kelompok ini merupakan wadah kegiatan masyarakat Nigeria yang mengutamakan persatuan dan kekeluargaan sebagai bangsa Indonesia. Kegiatan-kegiatan ICON yang terpusat di bekas kantor KBRI Lagos (kini sebagian ditempati ITPC) antara lain olahraga bersama, bazaar dan kegiatan bermanfaat lainnya. Lihat detail di www.icon-nigeria.blogspot.com.

Masyarakat Indonesia yang ada di Abuja sangat sedikit, hanya kurang lebih 15 orang saja, namun kerjasama dan silaturahmi dengan KBRI Abuja dan DWP terjalin sangat baik.

II.      KEDUDUKAN KBRI ABUJA


Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Nigeria mulai terjalin sejak dibukanya Perwakilan RI di Lagos (KBRI Lagos) mulai tahun 1965. Seiring dengan berpindahnya Ibukota Nigeria dari Lagos ke Abuja serta mengikuti himbauan pemerintah Federal maka dibuka pula Liaison Office (LO) di Abuja. Akhirnya melalui SK Menlu No.06/2004 (bagian lampiran) disebutkan bahwa perwakilan RI di Nigeria adalah KBRI Abuja, namun berpindahnya operasional kedinasan KBRI di Abuja baru mulai efektif pada bulan Desember 2008.

Negara akreditasi dari KBRI Abuja selain Nigeria adalah Republik Ghana, Republik Togo, Republik Benin, Republik Kamerun, Burkina Faso, Cape Verde, Republik Kongo dan Republik Liberia. Sampai pada saat tulisan ini dibuat, rencana kantor dan compound yang baru masih dalam tahap persiapan pembangunan termasuk telah ditunjuk perusahaan Manajemen Perencana.